bmtnujatim.com (23-10-2018). Dalam memperingati Hari Santri Nasional yang telah ditetapkan pada tanggal 22 Oktober 2015 tahun lalu, BMT NU Jawa Timur gelar Hari Santri Nasional bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gapura pada hari Senin, (22-10-2018) kemarin dimulai dari jam 06.00 Wib yang bertempat di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Gapura.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Sumenep Dr. KH. Abuya Busyro Karim, M. Si, Wakil Rais PCNU Sumenep KH. Hafidzi Syarbini, Ketua MWC NU Gapura K. Said Munawwar, S. Pd, Para Kiai dari semua pesantren se-Kecamatan Gapura, dan Para Masyaihk termasuk Musyawarah Pimpinan Cabang (MUSPINCAB) diantaranya Camat Gapura, Kapolsek dan Komandan Koramel. Acara ini juga diikuti oleh warga Nahdliyyin dan para siswa dari 83 lembaga baik Swasta maupun Negeri. Kurang lebih sekitar 2.400 Siswa yang hadir pada saat itu.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap Hari Santri Nasional seluruh warga Nahdliyyin yang hadir termasuk juga pengelola BMT NU Jawa Timur memakai baju putih dan sarung untuk pengelola pria sementara baju putih dan sarung untuk pengelola wanita sebagaimana ala Para Santri.

Tujuan dilaksanakannya acara ini adalah melawan lupa atas sejarah perjuangan santri dan konstribusi santri terhadap Indonesia yang dikenal dengan 'Resolusi Jihad'. Bahwa santri mempunyai peranan yang sangat penting untuk Negara dan Bangsa. Selain itu, untuk mendoakan bumi atas segala fenomena alam yang terjadi seperti Gempa, Stunami, Banjir dan Gunung Meletus. Ucap Bapak H. Khofifi Ariyanto, M. Pd Selaku Ketua Panitia dalam acara memperingati Hari Santri Nasional. Hal ini, sesuai dengan tajuknya Mendoakan Bumi dengan Istighasah Kubro dan Doa bersama dalam rangka Hari Santri Nasional.

Ketua MWC NU Gapura Bapak K. Sahid Munawwar, S. Pd juga menyampaikan, dengan penetapan HSN diharapkan menjadi sinergi dan motivasi bagi seluruh santri untuk menjadi pelopor dalam menjaga NKRI serta mengamalkan nilai-nilai Islam Nusantara. Besar harap, Santri tidak hanya menjadi penonton dalam peradaban Masyarakat akan tetapi menjadi Subjek atau pelaku yang nyata. Tuturnya lewat Via Telphone. Selain itu, HSN juga diharapkan untuk menjadikan Santri yang Agamis dan Nasionalis.

Acara ini, dibuka dengan Tawassul bersama kepada para Muassis NU dan kepada para Alim Ulama yang dipimpin oleh KH. Moh. Ma'ruf selaku Rais MWC NU Gapura dan ditutup dengan Istighashah Kubro dan Doa bersama yang dipimpin oleh KH. Zubaidi Gazali selaku A'wan MWC NU Gapura. (Liha)