bmtnujatim.com (10/11/2018). BMT NU Jawa Timur memberikan bantuan dana kepada korban gempa di Kepulauan Sapudi Kabupaten Sumenep dan Kota Palu Kabupaten Donggala senilai 53 Juta pada hari Minggu (04/11/2018) kemarin. Donasi ini dikumpulkan selama sepuluh hari dari pengelola, anggota, dan masyarakat.

Untuk korban di Kepulauan Sapudi Sumenep bantuan diberikan langsung kepada para korban. Seperti yang disampaikan oleh Nur Hayati salah satu perwakilan penyaluran dana untuk korban gempa di Sapudi sekaligus pengelola di BMT NU Cabang Sapudi Gayam menyampaikan bahwa "Bantuan ini diberikan langsung kepada para korban dengan mendatangi setiap rumah korban yang retak dan rusak. Dan alokasi bantuan sesuai dengan kondisi kerusakan yang dialami." Tegasnya kepada tim bmtnujatim.com lewat via telephone.

Sementara untuk korban di Palu dan Donggala BMT NU bekerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Sumenep yang diterima langsung oleh Abd. Hadi, S. Pd. I selaku direktur Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep.

"Selain untuk membantu meringankan beban, bantuan ini juga sebagai bentuk kepedulian BMT NU sebagai lembaga keuangan syari'ah yang tidak hanya bergerak di bidang keuangan akan tetapi juga bergerak di bidang sosial." Tutur Direktur Maal dan Umum Imam Asy'ari selaku koordinator dalam pengumpulan donasi untuk korban gempa Kepulauan Sapudi, Palu dan Donggala.

"Meski dengan jumlah bantuan dana yang sedikit, semoga memberikan manfaat dan memenuhi kebutuhan pokok korban. " Lanjut yang akrab disapa dengan Pak Imam ini.

Junaidi asal Desa Prambanan Kecamatan Gayam merupakan salah satu korban gempa Sapudi yang rumahnya mengalami runtuh total menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada BMT NU atas bantuan dana yang diberikan. "Semoga BMT NU semakin jaya sehingga selalu memberi manfaat untuk sesama ." Ucapnya dengan tersenyum dan raut wajah penuh gembira.

Seperti yang diketahui bahwa akibat gempa Kepulauan Sapudi (11/10/2018) menyebabkan bangunan, masjid dan rumah-rumah warga banyak yang rusak. Sedangkan di Palu dan Donggala (28/09/2018) banyak menelan korban sampai ribuan orang. Sehingga sangat dibutuhkan bantuan dan uluran tangan sesama baik berupa materi, sembako atau barang-barang lainnya. (Liha).