Dalam rangka memupuk semangat serta memperkuat nilai-nilai perjuangan dan pengabdian seluruh pengelola, baik terhadap BMT NU maupun Nahdlatul Ulama (NU), manajemen BMT NU melakukan kegiatan yang dikemas dalam program “RIHLAH SANAD PERJUANGAN PENGELOLA”. Program ini merupakan salah satu program prioritas dalam PK-RAPB 2019 yang mesti dilaksanakan pada tahun 2019,karena hikmah atau manfaat dari program tersebut dinilai akan sangat berguna terhadap perkembangan seta kemajuan BMT NU JATIM ke depan. Disamping kemasan programnya yang natural nan elegan, program ini juga memberikan suatu kondisi dan suasana yang bersifat nostalgia-historik bagi pengelola.

Menurut rencana, kegiatan ini akan diadakan di beberapa tempat, seperti di Ponpes Nasy’atul Muta’allimin Gapura Sumenep, Ponpes An-Nuqoyah Guluk-Guluk Sumenep, Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, dan lain-lain. Direktur Operasional dan Sumber Daya Insani (Dirop SDI) BMT NU JATIM, Bapak Zubaidi, S.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan dimaksud berharap program Rihlah ini benar-benar bisa meningkatkan kualitas pengelola dalam sisi semangat perjuangan dan spiritualnya, “Dengan konsep Back to Pondok Pesantren dimana seluruh pengelola yang alumni Pesantren dikembalikan lagi ke Pondok Pesantren masing-masing, diharap dapat menstimulus semangat perjuangan dan spiritualnya agar lebih fresh lagi. Selain ke Pondok Pesantren, kami juga melakukan silaturrahim ke tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama. Kami meyakini silaturrahim dengan Pengasuh Pondok Pesantren serta tokoh-tokoh NU, ditambah adanya tausiyah dari beliau akan dapat meningkatkan ghiroh perjuangan dan pengabdian pengelola terhadap NU maupun BMT NU”. Ungkapnya penuh antusiasme.

Beberapa tempat yang sudah dilakukan kegiatan Rihlah, diantaranya adalah Kantor PCNU Sumenep dan Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo. KH. Imam Hariyadi, Katib Syuriah PCNU Sumenep dalam tausiyahnya menuturkan,sebagai abdi ummat kita dituntut untuk selalu memantapkan niat, karena segala sesuatu itu tergantung kepada niatnya. “Berjuang di NU maupun di BMT NU, senantiasa selalu diniatkan untuk ibadah, mantapkan niat tersebut dalam melayani ummat agar menjadi medan perjuangan yang penuh barokah serta menjadi ladang ibadah bagi kita”. Tuturnya dalam acara Rihlah yang betempat di Aula PCNU Sumenep.

Sementara itu, kegiatan Rihlah lainnya yang diadakan di Aula Mini Universitas Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, dawuh bahwa dalam melaksanakan tugas harus selalu menjunjung tinggi sifat kejujuran dan sikap profesionalitas. “Awalilah dengan niat ikhlas karena Allah Swt, lalu tanamkan kejujuran dalam diri kita. Biarpun kita sendirian yang tak mungkin orang lain akan mengetahui apa yang kita lakukan, tapi ingatlah bahwaAllah Swt selalu melihat kita, serta selalu memonitor gerak langkah kita. Kemudian, bersikaplah secara professional. Lakukan tugas kita dengan cara yang baik, karena sesuatu yang baik, akan menjadi jelek, jika dilakukan dengan cara yang tidak baik”. Dawuhnya memberi inspirasi. Di akhir tausiyahnya beliau menjelaskan, muara dalam setiap usaha adalah untuk meraih kesuksesan di dunia, lebih-lebih di akhirat. Namun menggapainya tidak semudah membayangkannya, karena kesuksesan itu harus diraih dengan cara ikhtiyar dan doa. ada tiga kunci sukses yang beliau amanahkan, “Meraih kesuksesan itu tidak gampang, butuh perjuangan, pengorbanan dan doa. Nah, tiga kunci sukses itu adalah kerja keras, kerja baik, dan kerja sama”.Begitu penjelasan beliau.

Manfaat dari adanya kegiatan ini, dirasakan oleh semua peserta kegiatan Rihlah, salah satunya dirasakan oleh Bapak Basith Fayyumi, S.HI. peserta kegiatan Rihlah yang juga Kepala Cabang BMT NU Kapongan Situbondo, dengan tegas ia mengungkapkan dirinya sangat senang dengan adanya kegiatan Rihlah ini, bisa merasakan kembali suasana Pondok merupakan hal yang diidamkannya sejak menjadi alumni. “Kembali ke Pondok tercinta ini bagaikan sebuah oase spirit dalam me-refresh semangat perjuangan dan pengabdian, apalagi tausiyah dari Pengasuh tadi sangat menyentuh kalbu. Saya akan lebih bergairah untuk menjalani hari-hari pengabdian saya di BMT NU dan tentu juga di NU’. Tegasnya. (idn)